Archive for January, 2008

Musibah itu azab atau ujian?

5 January, 2008

Pertanyaan : Assalamualaikum Pak Ustadz, saya mau bertanya dan mohon dijawab. Akhir-akhir ini bangsa Indonesia terkena musibah datang silih berganti. Dari gempa bumi, lumpur panas, banjir sampai tanah longsor. Nah pertanyaan saya, apakah musibah itu dinamakan azab ataukah ujian. Terima kasih atas jawabannya.

Jawab : Waalaikum salam. Kita tidak bisa menghukumi musibah itu, apakah bencana itu azab, peringatan ataupun ujian. Bisa jadi itu merupakan azab dari Allah atas kelalaian ummat manusia di muka bumi ini. Bisa jadi ini merupakan peringatan dari Allah, supaya kita mengingat akan kebesaran-Nya. Dan bisa juga musibah itu datang sebagai ujian untuk hamba-hamba-Nya supaya lebih beriman.

Musibah ini bisa terjadi karena oleh manusia sendiri, misalnya hutan gundul, membuang sampah di sungai dan lain sebagainya. Musibah ini tidak perlu diperdebatkan, walaupun ini penting. Yang paling penting, mari kita biasakan hidup disiplin dan bersih minimal dari lingkungan keluarga kita sendiri. Musibah ini sebagai azab atau ujian yang tahu hanyalah Allah sebagai Dzat yang menciptakan bumi ini. Demmikian penjelasan saya, semoga dapat dipahami.

Pengertian Takut dan Tangis

5 January, 2008

Dalam kitab Al-Qamus, makna al-khasyah berasal dari kata khasyiya, maknanya khafahu, yang berarti takut kepadanya. Dengan demikian khasyah maknanya adalah takut. Ada juga yang memaknai khasyah dengan persaan takut yang disertai perasaan mengagungkan.

Masih dalam kitab Al-Qamus juga, baka bermakna bakkahu berarti menangis. Tangis itu ada bermacam-macam, yaitu :

1. Tangis kebahagiaan

Sebagaimana tangis Abu Bakar pada saat hijrah ketika dia berkata kepada Rasulullah, “Saya menyertaimu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Ya”. Aisyah berkata, maka Abu Bakar menangis karena bahagia. Aku tidak percaya masih ada yang menangis karena bahagia sebelum hari itu.

2. Tangis kesedihan

Seseorang yang menangis karena kehilangan orang yang paling disayangi, orang terdekat atau atas musibah yang menimpa kaum muslimin. Tangis yang demikian merupakan kasih sayang yang telah Allah anugerahkan di dalam hati hamba-hamba-Nya. Rasulullah pernah berkata, “Wahai Abnu Auf, sesungguhnya tangis itu adalah kasih sayang.

3. Tangis paling mulia

Tangis yang paling mulia adalah air mata yang mengalir karena takut kepada Allah. Kita berdoa mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai ahlinya.

Menanggung Dosa Orang Tua

5 January, 2008

Pertanyaan : Assalamualaikum Pak Ustadz, saya mau bertanya. Apakah benar kita berbakti kepada orang tua dengan cara menanggung dosa mereka? Mohon pencerahannya, terima kasih.

Jawab : Terima kasih atas pertanyaannya. Islam tidak mengajarkan demikian. Kita memang diwajibkan berbakti kepada orang tua, namun bukan dengan cara menanggung dosa orang tua kita meskipun itu ibu kandung kita sendiri. Masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk berbakti kepada orang tua.

Salah satu caranya adalah setiap habis shalat berdoa mohon ampunan untuk orang tua kita yang sudah meninggal. Apabila orang tua kita masih hidup bisa dengan cara diajak naik haji bersama bila kita berkecukupan dan mampu. Bisa juga kita memfasilitasi kehidupan orang tua kita, jangan sampai hidup mereka terlantar. Demikian, semoga bermanfaat.

Petunjuk-Mu

5 January, 2008

Dalam renungan hidupku
Aku merasa sunyi jiwaku
Dan dalam lubuk hatiku
Aku merasa hati ini beku

Dalam kesunyian jiwa ini
Dan dalam kebekuan hati ini
Aku ingin dekat dengan-Mu
Tuk mencari petunjuk-Mu

Sekarang, baru aku tersadar
Akan dosa yang terhampar
Yang membuat aku semakin rindu
Akan petunjuk dan hidayah-Mu

Ya Allah ya Tuhanku
Ampunilah dosa-dosaku
Bimbinglah diriku dengan firman-Mu
Sebagai pedoman hidupku

Ya Allah ya Tuhanku
Kuatkanlah jiwa dan hatiku
Dan teguhkanlah keimananku
Tuk selalu bersujud kepada-Mu

Emosi dan Amarah

5 January, 2008

Saat emosi menari
Dan saat amarah terjadi
Itu berarti
Hati menjadi mati

Mata menatap tajam
Dengan sangat kejam
Semua kata terucap
Terucap dengan mantap

Telinga tak lagi mendengar
Semua tak lagi menjadi benar
Tangan tak lagi merasa
Dan salah makin terasa

Emosi,…
Tak bisa kendalikan diri
Hanya merusak hati
Dan menghancurkan diri

Amarah,…
Hidup menjadi penuh serakah
Hanya menambah tinggi darah
Bila tak pernah berubah